TINGKATAN PEMAHAMAN MEMBUAT BANTEN, PKK SE- KECAMATAN DENSEL DAN SEKAA TARUNA BR. PANDE DILATIH
Tim Penggerak PKK Kota Denpasar terus melakukan berbagai inovasi untuk melestarikan budaya Bali salah satunya dengan memberikan pelatihan membuat banten bagi ibu-ibu PKK se-Kota Denpasar. Demikian disampaikan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara saat menghadiri pelatihan banten di Br. Pande, Keluruhan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Minggu (21/8). Pelatihan yang diikuti ratusan peserta dari ibu-ibu PKK se-Kecamatan Denpasar Selatan dan Sekaa Taruna Dharma Santhi, Br. Pande dihadiri Camat Denpasar Selatan I Made Mertajaya dengan menghadirkan nara sumber IB Sudarsana.
Lebih lanjut Ny. Kerti Rai Iswara menambahkan melalui pelatihan ini diharapkan ibu-ibu PKK dapat memahami betul tentang membuat banten khususnya banten tumpeng solas. “Mungkin selama ini ibu-ibu sudah biasa membuat banten tumpeng tumpang solas, namun pemahaman tetang banten tumpang solas belum begitu paham,†ujar Ny. Kerti. Terlebih lagi pelatihan ini diikuti sekaa teruna, diharapkan sebagai generasi penerus bisa melestari budaya Bali terutama membuat banten. Pelatihan semacam ini akan terus dilaksanakan di masing-masing kecamatan dengan materi pelatihan berbeda.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Ny. Mertajaya mengatakan pelatihan diikuti perwakilan ibu-ibu PKK se-Kecamatan Denpasar Selatan dan sekaa teruna Dharma Santhi. Mengingat pelatihan ini diikuti hanya diikuti oleh perwakilan masing-masing banjar, Ny. Mertjaya mengharapkan usai pelatihan dapat diimplementsikan di kegiatan sehari-sehari bahkan harus diketok tularkan pada anggota PKK lain.
IB Sudarsana dalam kesempatan tersebut mengatakan dalam membuat banten hendaknya jangan sampai tidak memahami makna dari banten itu sendiri sehingga tidak menimbulkan pemahaman mulo keto (memang kayak gitu). Pada dasarnya semua banten sekecil apapun yang di pakai sesajen memiliki makna sangat tinggi. “Semua banten yang dibuat sekecil apapun memiliki makna sehingga dalam melaksanakan upacara tahu kepada siapa harus dipersembahkan sesajen tersebut,†ujar IB Sudarsana. Dalam kesempatan tersebut IB Sudarsana mencontohkan dalam membuat banten canang sari. Pembuatan banten canang sari tidak hanya memperhatikan keindahan namun penataan warna harus sesuai dengan pengider-ider. “Selama ini masyarakat hanya memperhatikan keindahan canang semata namun tidak seuai dengan pengider-ider atau asta dewata terutama dalam menata bunga pada canang sari tersebut,†ujar IB Sudarsana. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan ibu-ibu benar-benar memahami dalam menata bunga pada canang sehingga tahu bunga putih letaknya di timur, bunga merah di selatan, bunga kuning di barat, bunga hitam di utara dan bungga seperti pandan di tengah-tengah.
Ketua Sekaa Taruna Dharama Santhi Gede Permadi ditemui usai pelatihan membuat banten sangat bermanfaat disamping juga sebagai pelestarian budaya Bali. Pelatihan ini bagi sekaa taruna juga sebagai ajang pemahaman dan pengenalan lebih mendalam tentang bebantenan. Kedepannya kegiatan semacam ini agar lebih sering dilakukan sehingga generasi muda lebih memahami tentang alat-alat upacara. (Gst)