20 Pengelola Pasar Ikuti Uji Publik
Festival Pasar Tradisional yang dilaksanakan Pemkot Denpasar melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM PemDes) melibatkan 51 pasar yang terdiri dari 35 pasar desa dibawah binaan BPM PemDes, dan 16 pasar yang dikelola Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar. Dari hasil penilaian yang telah dilakukan beberapa waktu lalu dengan melibatkan Tim Independen dari Fakultas Perekonomian Udayana, dan Tim SKPD Pemkot Denpasar berhasil menjaring 20 Pasar Tradisional yang lolos sebagai nominasi pasar terbaik. Serta pada, Minggu (9/2) bertempat di ruang pertemuan BPM PemDes kembali mengkuti penilaian uji Publik yang melibatkan tim penilai Fakultas Perekonomian Unud, Fakultas Peternakan Unud, dan Kelompok Ahli Pemkot Denpasar. 20 pengelola pasar ini tampak beradu ketat dengan mengeluarkan program-program kreatif dan inovatifnya dalam mengelola Pasar Tradisional.
“penilaian pada Festival Pasar Tahun ini dilaksankan pada minggu kedua bulan Januari 2014 dengan melibatkan tim independen dari Fakultas Ekonomi Universitas Udayana yang dilanjutkan minggu ketiga dari tim Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Denpasar terkait,” ujar Kepala BPM PemDes Made Mertajaya, disela-sela penilaian. Lebih lanjut dikatakan penilaian Festival Pasar saat ini juga lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini disetiap pasar akan melakukan penilaian ketertiban arus lalulintas, penataan parkir, tersedianya alat pemadam api, dan pengelolaan sampah dilingkungan pasar. lewat program revitalisasi pasar tradisional yang dicanangkan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara tidak hanya sebatas menata fisik pasar, namun juga mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional ditengah merangseknya pasar modern.
Dengan penilaian yang meliputi diantaranya kebijakan pengelolaan Pasar Tradisional, sikap presentasi, dan ketepana waktu. dari penilaian yang telah dilakukan Tim beberapa pasar yang masuk sebagai alternativ nominasi meliputi Pasar Agung Peninjoan, Pasar Desa Penatih, Pasar Gunung Agung, Jalan Gunung Agung, dan Pasar Desa Nyanggelan.“Festival pasar ini bukan hanya sekedar penilaian, namun dapat meningkatkan kesadaran dan pelestarian aspek budaya Pasar Desa. Disamping merubah mindset perilaku ekonomi modrn dapat dilakukan melalui pola hidup bersih di Pasar Desa,” ujar Made Mertajaya. (Pur/humasdps)