Festival Nasi Sela, Jadikan Trand Pasar Anggabaya
Sepekan pelaksanaan Festival Pasar Tradisional yang dilaksankan Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa yang telah melakukan penilaian kepada 51 Pasar Tradisional menuju pasar “Sapta Pesona” yakni keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan dan kenangan. Pada Selasa (18/2) pelaksanaan sepekan Festival Pasar Tradisional yang menampilkan potensi kuliner yang berada dimasing-masing pasar tradisional. Seperti potensi nasi sela yang berada di Pasar Waringin Sari Anggabaya. Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra yang menghadiri sepekan Pasar Tradisional mengharapkan potensi kuliner Bali nasi sela di Pasar Waringin Sari Anggabaya harus menjadi trand, sehingga nantinya masyarakat mengetahui bahwa kuliner tradisional bali yakni nasi sela berada di Pasar Waringin Sari Anggabaya.
Sementara Kepala BPM Pemdes Kota Denpasar Made Mertajaya mengatakan setelah melakukan penilaian kepada Pasar Tradisional di Kota Denpasar, dilanjutkan dengan pelaksanaan sepekan pasar tradisional. “Festival pasar ini bukan hanya sekedar penilaian, namun dapat meningkatkan kesadaran dan pelestarian aspek budaya Pasar Desa. Disamping merubah mindset perilaku ekonomi modrn dapat dilakukan melalui pola hidup bersih di Pasar Desa,” ujar Made Mertajaya. Mengelola kebersihan pasar bukan semata tanggung jawab pengelola pasar itu sendiri, tetapi pedagang juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam menjaga sekaligus mengelola kebersihan pasar. Jika kebersihan pasar dapat terwujud kita dapat mengimbangi keberadaan pasar modern seperti supermarket. “semakin pasar tradisional digemari oleh masyarakat, semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ujar Mertajaya. Pelaksanaan sepekan pasar tradisional dilaksanakn selama lima hari dari 18 hingga 25 Februari mendatang bertempat di 10 pasar tradisional di Kota Denpasar. diantaranya Pasar Kerta Waringin Sari anggabaya, Pasar Desa Pekraman Penatih, Pasar Desa Adat Kesiman Petilan, Pasar Agung, dan Pasar Intaran Sanur. Disamping menggelar festival nasi Sela, pihaknya juga menggelar pameran permata dan benda pusaka yanga bertempat di Pasar Br. Kaja Sesetan, serta juga menggelar festival bubur dan penutupan Festival Pasar Tradisional se-Kota Denpasar. (Pur/humasdps)