Menu

Sebagai Ujung Tombak Pelayanan di Banjar-Banjar, PKK Kota Denpasar "Gembleng" Para Kader Posyandu

  • Selasa, 11 April 2017
  • 459x Dilihat

Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di banjar-banjar dalam melaksanakan sepuluh program pokok PKK yang disinergikan dengan program pemerintah perlu terus diimbangi dengan peningkatan pengetahuan para para kader posyandu. Untuk itu PKK Kota Denpasar terus berupaya meningkatkan kemampuan para kader dalam memberikan pelayanan dengan melakukan "pengemblengan" melalui pelatihan. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra yang didampingi Sekretaris PKK Ny. Sri Utari Puspawan saat ditemui di Gedung Santhi Graha Denpasar, Selasa (11/4).

Lebih lanjut Ny. IA Selly D. Mantra mengatakan pelatihan ini rutin dilaksanakan tiap tahun untuk meningkatkan pemahaman para kader. Tahun ini pihaknya mengaku menyasar 17 lokasi posyandu sesuai dengan sasaran pelaksanaan posyandu paripurna, untuk itu kader-kader ini harus dilatih dalam memberikan pelayanan. Menurut Ny.Selly peran posyandu sangat penting karena pelaksanaan posyandu menyasar ibu hamil dan balita teramasuk para lansia. Kedepannya melalui pelatihan ini kader-kader mampu mensosialisasikan semua kegiatan posyandu. Lebih jauh Ny. Selly menambahkan dalam melaksanakan posyandu di Kota Denpasar telah terintegrasi dengan BKB (Bina Keluarga Balita) dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Hal ini untuk meningkatkan kesadaran anggota keluarga dalam membina tumbuh kembang balita.

Sementara Sekretaris PKK Kota Denpasar Ny. Sri Utarai Puspawan menambahkan dalam pelatihan ini para kader diharapkan mengetahui secara pasti pelaksanaan posyandu dengan sistem 7 meja. Sistem 7 meja pelaksanaan posyandu mulai dari pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan hasil penimbangan, pelayanan kesehatan, percepatan penganekaragaman pangan dan peningkatan ekonomi keluarga.  "Kita berharap sistem 7 meja yang dilaksanakan dalam posyandu benar-benar telah dipahami oleh para kader seusai pelaksanaan pelatihan ini," ujarnya. Hal ini mengingat peran kader yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan tentunya ini akan lebih meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Disamping itu menurut Sri Utari pelatihan kader posyandu ini untuk menyamakan persepsi tentang pelaksanaan sistem informasi posyandu (SIP) temasuk juga pencatatan dalam buku balok SKDN serta pencatatan data posyadu dan pelaksanaan pekan imunisasi nasional (PIN). Lebih lanjut Sri Utari menambahkan sasaran pelayanan posyandu di banjar-banjar meliputi bayi, anak balita, ibu hamil, melahirkan, ibu nifas, ibu menyusui dan pasangan usia subur termasuk juga para lansia. Pemerintah Kota Denpasar melalui PKK Kota Denpasar sangat komitmen untuk memperhatikan kesehatan masyarakatnya mulai dari bayi sampai lansia. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat itu sendiri.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa Ni Made Puspitasari mengatakan pelaksanaan posyandu di Kota Denpasar telah rutin dilakukan dan telah berjalan sesuai dengan harapan. Hal ini mengingat masyarakat menyadari betul pentingnya keberadaan posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang langsung menyasar di banjar-banjar.