RATUSAN PKK BR. BENGKEL SAMBUT ANTUSIAS PELATIHAN BANTEN
PKK Kota Denpasar secara rutin melaksanakan pelatihan banten dengan menyasar ibu-ibu PKK desa/kelurahan bahkan PKK banjar seperti dilaksanakan di Banjar Bengkel, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (11/11). Pelatihan banten yang dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra, Ketua WHDI Kota Depasar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara, Sekcam Denpasar Timur Dewa Made Puspawan, Kepala Desa Sumerta Kelod Made Yadnya dan Kepala Lingkungan Br. Bengkel IB Wira disambut antusias oleh ratusan PKK Br. Benkel.
Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra ditemui disela-sela pelatihan mengatakan pelatihan banten untuk PKK desa/lurah bahkan sampai banjar salah satu cara untuk melestarikan adat dan budaya Bali. “Seperti Kita ketahui Kota Denpasar sebagai ibu kota penduduknya hetrogen tentunya membawa dampak terhadap adat dan budaya. Pelatihan banten ini sangat tepat untuk pelestarian adat dan budaya,†ujar Ny. Selly. Melalui pelatihan banten juga diharapkan pada ibu-ibu muda lebih memahi tentang bebantenan. Meski sebagain besar ibu-ibu telah mengetahui tentang bebantenan, namun diharapkan melalui pelatihan terjadi persamaan persepsi tentang bebantenan sesuai sastra agama. Dengan demikian kedepannya tidak ada lagi pemahaman tentang banten molo keto (memang seperti itu). Disamping pelatihan banten minimal peserta pelatihan dapat membuat banten secara benar untuk keluarga sendiri.
Sekcam Denpasar Timur Dewa Made Puspawan mengatakan Pemerintah Kota Denpasar konsen melestarikan adat dan budaya Bali dengan mewujudkan Denpasar kreatif. Untuk itu melalui pelatihan banten salah satu upaya melestarikan adat dan budaya Bali. Disamping itu pelatihan banten ini untuk membentuk kader-kader yang memahami tentang bebantenan. “Kami harapkan kedepannya melalui pelatihan semacam ini kaderisasi untuk melestarikan adat dan budaya Bali akan terus terbentuk,†harap Puspawan.
Narasumber pelatihan banten IB Sudarsana dalam penjelasannya mengatakan pelatihan banten ini bukan merubah banten melainkan untuk mengetahui bagaimana banten yang benar sesuai sastra agama. “Bentuk banten banten boleh berbeda sesuai seni daerah masing-masing namun tetandingan banten harus sama sesuai sastra agama,†ujar IB Sudarsana. Dalam membuat banten di Bali menggunakan catur dresta yaitu kuno dresta, desa dresta, loka dresta dan sastra dresta. Bila kuno dresta, desa dresta dan loka dresta telah sesuai dengan sastra dresta menurut IB Sudarsana agar terus dipertahankan. Karena bila telah bisa membuat banten secara benar itu berarti telah menyampai mantra atau weda secara benar. Karena banten yang buat itu menurut IB Sudarsana adalah mantra atau weda. “Dengan banten yang di buat secara benar masyarakat, itu berarti masyarakat telah menyampaikan weda atau mantra,†ujar IB Sudarsana. Dalam kesempatan tersebut IB Sudarsana menambahakn masyarakat Denpasar patut bersyukur karena Walikota Denpasar sangat konsen dalam melestarikan budaya termasuk dalam membuat banten. Seperti yang dilaksanakan sekarang ini yang dikoordinir TP PKK Kota Denpasar. “Selama saya keliling Bali memberikan pelatihan membuat banten, hanya Pemerintah Kota Denpasar melalui TP PKK yang melaksanakan pelatihan semacam ini,†ujar IB Sudarsana. (Gst)