RATUSAN KADER PKK DESA/LURAH DILATIH MEMBUAT BANTEN
Meski ibu-ibu tinggal di Kota Denpasar yang dipenuhi dengan kesibukan dalam kesehariannya, namun seharusnya bisa membuat banten minimal untuk kebutuhan keluarga seperti banten otonan. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny.IA Selly D. Mantra saat membuka pelatihan membuat banten di Kecamatan Denpasar Utara, Minggu (21/10). Pelatihan membuat banten yang diikuti ratusan kader PKK Desa/Lurah se-Kecamatan Denpasar Utara juga dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara dan Plt. Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodra.
Pelatihan membuat banten merupakan program rutin TP PKK Kota Denpasar untuk melatih kader-kader yang ada di desa/lurah agar lebih memahami makna dari banten yang dibuat. “Untuk pelatihan kali ini kita tetap melatih membuat banten tumpeng solas seperti tahun lalu seperti permintaan para kader,†ujar Ny. Selly Mantra. Meski telah diberikan pelatihan materi sama tahu lalu diharapkan lebih memahami pembuatan banten tumpeng solas. Terkait dengan pembuatan banten terutama pada hari raya besar seperti hari raya Galungan dan Kuningan, menurut Ny. Selly. D. Mantra alangkah baiknya bisa dibuat sendiri. Namun bila tidak bisa buat keseluruhan banten bisa dibeli beberapa kebutuhan banten seperti tamiang.
Plt. Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra dalam kesempatan tersebut mengatakan pelatihan membuat banten salah satu mempertahankan budaya dan adat bali. Sehingga untuk kepentingan upacara tidak keseluruhan banten harus di beli, namun hanya beberapa keperluan yang bisa dibeli. Disamping itu pembuatan banten merupakan hal yang harus dilaksanakan secara terus menerus karena upacara agama tidak pernah berhenti. Untuk itu pembuatan banten sangat strategis mempertahankan agama, adat dan budaya. Pembuatan banten juga sebagai peningkatan kreativitas karena dalam pembuatan banten ada hal-hal perpaduan seni.
Narasumber pelatihan banten IB Sudarsana dalam penjelasannya mengatakan masyarakat Denpasar patut bersyukur karena Walikota Denpasar sangat konsen dalam melestarikan budaya termasuk dalam membuat banten. Seperti yang dilaksanakan sekarang ini yang dikoordinir TP PKK Kota Denpasar. “Selama saya keliling Bali memberikan pelatihan membuat banten, hanya Pemerintah Kota Denpasar melalui TP PKK yang melaksanakan pelatihan semacam ini,†ujar IB Sudarsana. Lebih lanjut IB Sudarsana menambahkan sekarang ini masyarakat kurang memahami cara membuat banten yang benar sesuai sastra agama. Lebih lanjut IB Sudarsana mengatakan dalam membuat banten hendaknya jangan sampai tidak memahami makna dari baten itu sendiri sehingga tidak menimbulkan pemahaman mulo keto (memang kayak gitu). Pada dasarnya semua banten sekecil apapun yang di pakai sesajen memiliki makna sangat tinggi. “Semua banten yang dibuat sekecil apapun memiliki makna sehingga dalam melaksanakan upacara tahu kepada siapa harus dipersembahkan sesajen tersebut,†ujar IB Sudarsana. Dalam kesempatan tersebut IB Sudarsana mencontohkan dalam membuat banten canang sari. Pembuatan banten canang sari tidak hanya memperhatikan keindahan namun penataan warna harus sesuai dengan pengider-ider. “Selama ini masyarakat hanya memperhatikan keindahan canang semata namun tidak seuai dengan pengider-ider atau asta dewata terutama dalam menata bunga pada canang sari tersebut,†ujar IB Sudarsana. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan ibu-ibu benar-benar memahami dalam menata bunga pada canang sehingga tahu bunga putih letaknya di timur, bunga merah di selatan, bunga kuning di barat, bunga hitam di utara dan bungga seperti pandan di tengah-tengah. (Gst)