HUT ke-228 Kota Denpasar dan perayaan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG PKK) ke-44 memberikan kesempatan semua masyarakat Kota Denpasar untuk berkreasi dan berinovasi mulai dari anak-anak hingga orang tua. Demikian juga anak-anak berkebutuhan khusus diberikan kesempatan yang luas melakukan aktivitas dan kreasinya melalui lomba-lomba HUT Kota Denpasar dan HKG yang dilaksanakan TP PKK Kota Denpasar, Minggu (14/2) di Gedung Graha Sewaka Dharma.
Lomba yang berlangsung sehari dihadiri Ketua TP PKK Ny. Purnwati Geriya yang didampigi Ketua Gatriwara Ny. Ngurah Gede dan Ny. Kerti Rai Iswara. Disamping itu tampak pula Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara beserta kepala SKPD menyaksikan pelaksanaan lomba.
Ditemui di sela-sela menyasikan lomba Sekda Kota Denpasar AA Rai Iswara mengatakan pelaksanaan ulang tahun Kota Denpasar harus dirasakan oleh seluruh masyarakat. Kota Denpasar sebagai kota kreaatif dan cerdas menuju kebahagian dimana orientasi bagaimana mewujudkan kebahagian. Salah satu untuk mencapai kebahagian tersebut telah dilakukan PKK Kota Denpasar melalui lomba budaya disamping juga untuk melestarikan budaya ada.
Sementara Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Purnawati Geriya ditemui disela-sela lomba mengatakan untuk memperingati HUT Kota Denpasar dan HKG Kota Denpasar PKK Kota Denpasar melaksanakan berbagai lomba berkaitan dengan kearifan lokal. Termasuk juga melaksanakan lomba pembinaan PKK yang dilaksanakan oleh Ketua TP PKK desa/Lurah serta lomba yel-yel kebersihan. “Kami harapkan Ketua TP PKK kades/lurah mengetahui bagaimana memberikan pembinaan pada masyarakat terutama dengan program-program PKK,” ujarnya.
Selain memberikan melaksanakan lomba untuk kerarifan lokal juga dilaksanakan lomba unutk anak-anak berkebutuhan khusus. “Melalui lomba ini kita berikan ruang khusus untuk berkreasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Ny Purnawati Geriya.
Made Sudarma salah seorang tim juri penilai mengatakan materi lomba yang dilaksanakan sangat bagus. Karena lomba ini merupakan salah satu ajang pelestarian kearifan lokal terutama adat dan budaya. Disamping itu dengan melibatkan anak-anak dalam pelestarian budaya diharapkan adat dan budaya Bali akan tetap lestari mengingat anak-anak akan menjadi generasi penerus adat dan budaya Bali. “Melalui lomba ini juga untuk melatih mental serta mempersiapkan anak-anak bekal bila terjun ke masyarakat,” ujarnya. Karena mereka sudah mengetahui bagimana membuat perlengkapan adat dan budaya Bali seperti membuat kise, membuat klatkat dan perlengkapan lainnya. Ia berharap kedepannya lomba ini terus dikembangkan dengan mengangkat kearifan lokal lainnya yang mendukung budaya dan adat Bali. (Gst)