PKK KOTA DENPASAR GANDENG WHDI GELAR PELATIHAN BANTEN
Setelah secara rutin melaksanakan pelatihan banten untuk anggota PKK desa/kelurahan, kini Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar menggandeng Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar untuk pelatihan banten di Kecamatan Denpasar Barat, Sabtu (10/11). Pelatihan sehari ini dihadiri langsung Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra dan Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara serta Camat Denpasar Barat IB. Joni Arimbawa.
“PKK Kota Denpasar terus menggandeng seluruh stake holder terkait seperti WHDI Kota Denpasar. Hal lebih memperluas pemahaman tentang banten di kalangan ibu-ibu,†ujar Ny. Selly Mantra. Dalam kesempatan tersebut Ny. Selly menambahkan dengan semakin banyaknya peduli terhadap pelatihan-pelatihan seperti ini diharapkan dapat melestarikan budaya Bali.
Camat Denpasar Barat IB Joni Arimbawa dalam kesempatan tersebut mengatakan pelatihan membuat banten salah satu mempertahankan budaya dan adat Bali. Sehingga untuk kepentingan upacara tidak keseluruhan banten harus di beli, namun hanya beberapa keperluan yang bisa dibeli. Joni Arimbawa menambahkan pelatihan membuat banten ini sangat bagus sehingga ibu-ibu PKK tidak hanya tahu dari bentuk banten saja tetapi bisa membuat secara benar sesuai sastra agama. “Kami harapkan apa yang didapat dalam pelatihan ini bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dalam membuat banten yang benar sesuai sastra agama,†harap Joni Arimbawa.
Narasumber pelatihan banten IB Sudarsana dalam penjelasannya mengatakan Pemerintah Kota Denpasar melalui program PKK Kota Denpasar sudah sangat memikirkan pelestarian membuat banten untuk generasi muda kedepan. “Kami sangat mengpresiasi kegiatan yang dilaksanakan PKK Kota Denpasar yang telah membuat kader-kader yang dalam membuat banten,†ujar IB Sudarsana. Bila kader-kader ini tidak disiapkan dari sekarang menurut IB Sudarsana sudah dapat dipastikan generasi muda tidak akan mengetahui cara-cara membuat banten yang benar. Dalam kesempatan tersebut IB Sudarsana menjelaskan membuat banten mulai dari sesana (cara) membuat banten yang benar. Dalam membuat banten ibu-ibu diharapkan posisi duduk bersimpuh karena banten yang dibuat menunjukan tingkah laku yang membuat. Disamping itu banten juga yang benar telah menunjukan suatu mantra. Dengan demikian banten hendaknya dibuat sesuai aturan sastra agama. “Semua banten yang dibuat sekecil apapun memiliki makna sehingga dalam melaksanakan upacara tahu kepada siapa harus dipersembahkan sesajen tersebut,†ujar IB Sudarsana. (Gst)