PKK GELAR BERBAGAI LOMBA
PKK Kota Denpasar terus melakukan berbagai inovasi dan kegiatan untuk menanamkan sejak dini kepada anak-anak untuk melestarikan budaya. Salah satunya dengan menggelar lomba membuat kulit ketupat yang diikuti anak-anak SMP serta SLB, lomba membuat kwangen dan membuat canang sari diikuti anak-anak SD serta SLB. Kegiatan ini dihadiri Wakil DPRD Kota Denpasar AAN Gede Widiada dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra ditemui disela-sela meninjau lomba yang didampingi Wakil Ketuanya, Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara di halaman kantor Walikota, Sabtu (23/2) mengatakan kegiatan-kegiatan ini dilakukan untuk mengajarkan sedini mungkin ketrampilan membuat sarana persembahyangan yang dibutuhkan sehari-hari seperti kuangen, sehingga anak sekolah pun bisa membuat sendiri sarana-prasarana persembahyangan tersebut. Meski anak-anak sudah mendapat pelajaran membuat banten dalam ekstrakurukulir di sekolah namun ini merupakan bentuk motivasi dalam mengembangkan kreativitas. Untuk ibu-ibu di banjar-banjar Ny. Selly mengaku telah melaksanakan pelatihan banten rutin tiap tahun sehingga kegiatan ini merupakan salah satu melestarikan budaya Bali. Selain lomba melibatkan anak-anak Ny. Selly menambahkan telah dilaksanakan lomba untuk para kader PKK desa/kelurahan dalam membuat Alat Permainan Edukatif (APE) tradisional. Alat permainan yang dibuat dari barang-barang bekas yang tidak membahayakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk membuat APE tradisional sehingga tidak harus membeli permainan anak.
Dalam kegiatan kali ini pihaknya melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus untuk memotovasi agar mereka lebih mandiri. Berbagai lomba dilaksanakan mulai dari memasang kaos kaki, mewarnai, lomba kelereng, memasang fuzzela dan lomba memasukan bola dalam keranjang. Lomba ini bertujuan untuk memberikan kesempatan anak-anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus Ny. Selly menambahkan melalui lomba ini diharapkan anak-anak berkebutuhan khusus dapat melakukan interaksi sosial sehingga membantu proses penyembuhannya. “Kita memberikan kesempatan pada anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk berkreativitas seperti anak-anak pada umumnya,†ujar Ny. Selly.
Lebih lanjut Selly Mantra yang didampingi Ny. Antari Jaya Negara menambahkan lomba bagi anak-anak berkebutuhan khusus merupakan bentuk perhatian Pemkot Denpasar dengan memberikan kesempatan untuk melakukan hal yang sama dalam semua aktivitas selain memberikan kesempatan yang sama dalam bidang pendidikan. Meskipun anak-anak cacat, mereka berhak mendapat kesempatan yang sama seperti anak-anak normal.
Salah seorang peserta lomba membuat canang sari Putu Mita Sukmawati dari SDN 5 Panjer mengatakan kegiatan ini sangat bagus. Karena disamping sebagai motivasi untuk membuat canang juga untuk melestarikan budaya Bali.
Sementara Ibu Tude oran tua salah seorang anak berkebutuhan khusus mengharapkan kegiatan dan perhatian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus terus di lanjutkan dan dtingkatkan. Kedepannya Ia mengharapkan ada pendidikan khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan bakatnya. (Gst)