Penanganan masalah rumah tangga miskin (RTM) di Kota Denpasar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melain menjadi tanggung jawab semua komponen. Hal tersebut menjadi motivasi Tim Penggerak PKK Kota Denpasar terus berupaya untuk membantu seluruh program pemerintah salah satunya menekan jumlah RTM di Kota Depasar. Untuk itu Tim Penggerak PKK Kota Denpasar rutin menyerahkan bantuan tiap tahun yang dikaitkan dengan HUT Kota Denpasar ke-226. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra yang didampingi Wakil Ketuanya Ny. Kerti Rai Iswara saat menyerahkan bantuan di salah satu rumah penduduk di Br. Ujung, Kelurahan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur, Selasa (11/2). Dalam penyerahan sembako tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar lansung ke rumah penduduk untuk menyerahkan bantuan sembako tersebut.
“Sembako yang kami berikan ini jangan dilihat dari nilainya, namun ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Denpasar melalui TP PKK Kota Denpasar,” ujar Ny. Selly. Jumlah sembako yang diserahkan kali ini sebanyak 120 paket sembako yang tersebar di empat kecamatan. Selain memberikan bantuan sembako Ny. Selly juga mengaku melaksanakan berbagai kegiatan terkait dengan HUT dan mendukung program Pemerintah Kota Denpasar diantaranya melaksanakan lomba keterampilan serta melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dan disabilitas. Selain itu juga melaksanakan kebersihan dengan menyasar pasar dengan tema melancaran ke pasar. Ini juga upaya mengajak masyarakat untuk berbelanja ke pasar tradisional mengingat sudah banyak pasar tradisional di Kota Denpasar telah di revitalisasi. Sehingga keberadaan pasar tradisional tidak kalah degan toko-toko modern. Dalam kesempatan tersebut Ny. Selly mengharapkan masyarakat turut menjaga Kota Denpasar sesuai dengan brending kotaku rumahku sehingga Kota Denpasar tatap nyaman sebagai tempat tinggal.
Saat penyerahan sembako tersebut Ketua TP PKK Kota Depasar Ny. Selly sempat bertemu dengan penyandang disabilitas yang menerima bantuan sembako. Ny. Selly mengharapkan agar mau mengikuti setiap pelatihan yang dilaksanakan bagi penyandang disabilitas sehingga mampu hidup mandiri.
I Ketut Subrata penyandang disabilitas asal Br. Sumuh, Desa dauh Puri Kauh mengaku sangat terharu dan bangga karena Ketua TP PKK Kota Denpasar terjun langsung mendatangi RTM ke rumah-rumah. “Saya juga sempat ditawari untuk mengikuti pelatihan bagi disabilitas seperti saya, ini merupakan bentuk kebanggaan karena di perhatikan untuk mandiri,” ujar Subrata. Ia berharap kegiatan semacam ini terus ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat Denpasar.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPM-Pemdes) I Made Merta Jaya mengatakan penanganan RTM di Kota Denpasar telah diaksanakan secara bersinergi dengan semua instansi yang menanganinya seperti yang dilakukan TP PKK Kota Denpasar. Selain memberikan pelatihan juga salah satu cara untuk menekan angka RTM di Kota Denpasar. Sesuai dengan data yang dimiliki BPM PemDes Tahun 2012-2013 terdapat 2.102 yang tersebar di empat kecamatan diantarany Kecamatan Denpasar Barat tercatat 476 RTM, Denpasar Selatan tercatat 335 RTM, Denpasar Utara 854 RTM, dan Kecamatan Dentim tercatat 438 RTM.(Gst-Humas)