Dekatkan Penjual dan Pembeli, Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Pemerintah Kota Denpasar yang konsen dalam melakukan perbaikan fisik pasar dan peningkatan SDM pengelola pasar lewat program Revitalisasi Pasar Desa bersinergi dengan Kementrian Perdagangan RI, sebagai program dalam mendekatkan penjual dan pembeli. Hal ini nantinya mampu bermuara pada peningkatan ekonomi kerakyatan. Demikian disampaikan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi saat meresmikan Pasar Desa Nyanggelan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (24/2) ditandai dengan pemotongan rangkaian bunga didampingi Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra, dan Komisi VI DPR RI, Nyoman Dhamantra. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, dan tokoh masyarakat desa setempat.
Lebih lanjut dikatakan dari program revitalisasi pasar desa ini telah mampu menghasilkan pelaku baru pencipta nilai tambah dari segi usaha masyarakat, serta Pemkot Denpasar telah mampu menciptakan nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakatnya. “saya bangga dan bersenang diri, kita memiliki pangsa dan pasar masing-masing, bukan berarti ada pasar modrn pasar rakyat ini tergusur, namun tidak ketika pasar rakyat ini diperbaiki dibikin bersih, sehat, tidak sembrawut dan tidak kotor yang membuat masyarakat datang ke pasar. Seperti dipasar Renon, Pasar Sindhu Sanur, dan Pasar Agung Peninjoan dengan mengalami pertumbuhan ekonomi mencapai 200 hingga 300 persen, namun lewat revitaliasai ini saya yakin tumbuh mencapai 500 persen,” ujarnya. Pada tahun 2014 ini menurut Muhammad Lutfi pihaknya juga akan merevitaliasai Pasar Poh Gading, Kecamatan Denpasar Utara dengan harapan dapat mendekatkan penjual dan pembeli sebagai komitmen bersama Pemerintah Kota Denpasar dengan Kementrian Perdagangan.
Sementara Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan Revitalisasi pasar tradisional di Kota Denpasar merupakan program berkelanjutan Pemerintah Kota Denpasar dibantu Kementrian Perdagangan yang diawali merevitalisasi Pasar Sindhu Sanur. Hal ini mengalami perkembangan yang cukup baik, serta dilanjutkan merevitalisasi Pasar Agung Peninjoan, yang sebelumnya mengalami perputaran omset kisaran Rp. 2,5 Millyar hingga Rp. 3 millyar perbulan. Namun lewat program revitalisasi ini mengalami peningkatan mencapai Rp. 16 Millyar per bulan. Sebelum direvitalisasi Pasar Nyanggelan beromset Rp. 2,9 Millyar per bulan, dan setelah mendapatkan program revitalisasi dari Kementrian Perdagangan lewat anggaran APBN sebesar Rp. 5 Millyar dan anggaran pendamping sarana-prasarana dari Pemerintah Kota Denpasar sebesar Rp. 1 Millyar lebih, mengalami peningkatan omset hingga 26 persen yakni mencapi Rp. 3,4 Millyar. “semoga Pasar Nyanggelan dapat berjalan baik seperti pasar-pasar yang telah direvitalisasi sebagai program pro rakyat dengan peningkatan kapasitas dan perekonomian. Sehingga target revitaliasai pasar tidak saja peningkatan perekonomian, namun juga bermanfaat pada peningkatan harkat dan martabat masyarakat Kota Denpasar,” ujar Rai Mantra. Setelah meresmikan Pasar Nyanggelan Panjer, Menteri Perdagangan M. Lutfi juga berkesempatan mengunjungi perajin tenun ikat endek Sekar Jepun. (Pur/humasdps)