Menu

Menjadi "Smart Mom", Ibu-Ibu Harus Bijak Manfaatkan IT

  • Jumat, 28 April 2017
  • 945x Dilihat

Di era keterbukaan ini ibu-ibu mempunyai peranan multifungsi tidak hanya sebagai ibu rumah tangga juga dituntut melakukan kegiatan eksternal lainnya yaitu bekerja untuk membantu keluarga. Permasalahan ini sering dihadapi ibu-ibu di kota besar seperti Kota Denpasar. Untuk itu ibu-ibu bijak memanfaatkan informasi teknologi untuk melakukan komunikasi dengan keluarga sehingga menjai Ibu cerdas (Smart Mom). Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly D. Mantra yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti saat melakukan dialog interaktif, di RPKD Kota Denpasar, Jumat (28/4).

Di jaman modern sekarang ini menurut Ny.Selly berbagai fasilitas alat komunikasi telah tersedia dengan baik. Sehingga ini sangat membantu ibu-ibu dalam perannya sebagai ibu rumah tangga maupun wanita karier. Sehingga dengan bantuan teknologi yang ada tidak ada yang terabaikan dan semua dapat dilaksanakan dengan baik. Ny. Selly menambahkan meski berkarier ibu-ibu masih bisa melakukan komunikasi dengan keluarga melalui telepon atau videocall atau IT lainnya. Namun yang terpenting menurut Ny. Selly, ibu-ibu harus bisa menjadi "Smart Mom" dalam memanfaatkan teknologi tersebut. "Saya harapkan ibu-ibu harus bijak memanfaatkan teknologi untuk komunikasi disamping benar-benar memanfaatkan setiap waktu luang untuk berkomunikasi dengan keluarga," jelasnya. Ditengah kesibukan ibu-ibu harus mampu memanfaatkan waktu luang untuk bersama keluarga. Dalam hal ini kualitas waktu bersama keluarga harus benar-benar dimanfaatkan sehingga keakraban dan kebersamaan itu benar-benar bisa dirasakan.

Lebih lanjut Ny. Selly menambahkan selain cerdas mengurus keluarga dan menjalani kesibukan, ibu-ibu juga merupakan makhluk sosial yang hidup dalam lingkungan masyarakat. Apalagi ibu-ibu di Bali kental dengan kegiatan adat istiadat dan menyama braya. Disini ibu-ibu dituntut harus pintar mengatur waktu untuk bersosialisasi mengikuti kegiatan adat, waktu dengan keluarga dan juga dengan pekerjaan. "Intinya saya berharap ibu-ibu mampu menjadi Smart Mom diera keterbukaan ini, sehingga menjadikan ibu-ibu lebih kreatif dengan berbagai inovasi dalam melaksanakan peran multifungsi sebagai seorang ibu,"ujarnya. Dalam kesempatan tersebut Ny. Selly berharap ibu-ibu di era keterbukaan ini menjaga keutuhan keluarga sehingga anak-anak terhindar dari narkoba, pergaulan bebas dan hal-hal negatif lainnya melalui "Smart Mom".

Sementara I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti menambahkan Pemerintah Kota Denpasar telah melaksanakan berbagai program melalui dinas-dinas terkait untuk membantu ibu-ibu dalam meningkatkan kualitas diri. Kegiatan tersebut diantaranya melalui pelatihan banten, pelatihan tata rias, pelatihan merangkai bunga dan dan pelatihan lainnya. Semua pelatihan tersebut untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan ibu-ibu yang menjalankan perannya sebagai multifungsi.