Menu

DARI FESTIVAL PASAR TARADISIONAL SERANGKAIAN HUT XX DENPASAR

  • Senin, 20 Februari 2012
  • 1157x Dilihat
Setelah dilaksanakan penilaian kepada 28 Pasar Desa Se-Kota Denpasar, akhirnya ditetapkan 10 pasar yang mampu memunculkan kenangan (Sapta Pesona) dengan memperoleh penilaian sesuai dengan kriteria keamanan, aspek wawasan budaya, dan aspek kebersihan serta keindahan diantaranya Pasar Desa Nyanggelan Kelurahan Panjer, Pasar Kerta Waringin Sari Anggabaya Kelurahan Penatih, dan Pasar Sudha Merta Desa Sidakarya. “beberapa pasar yang telah memasuki kriteria nantinya akan ditetapkan sebagai pemenang yang dibagi dalam dua kategori yakni pasar ramah dan segar, serta kategori pasar terbesih dan terindang serta mampu memunculkan Sapta Pesona,” ujar Kepala Badan pemberdayaan dan pemerintahan Desa (BPM D) Kota Denpasar Made Mertajaya, Senin (20/2) disela-sela melaksanakan Rod Show di Pasar Desa Sudha Merta Desa Sidekarya. Dikatakan dalam memenuhi predikat sebagai Pasar paling Ramah dan Segar ditentukan berdasarkan nilai tertinggi untuk tujuh aspek penilaian diantaranya aspek wawasan budaya, aspek kenyamanan, keamanan dan ketertiban, dan aspek kebersihan serta keindahan secara berkelanjutan. Jadi menurut Mertajaya pasar ramah dan segar dapat menjadi pasar idaman dalam festival pasar tahun ini, serta sekaligus merupakan pasar terbaik untuk seluruh aspek penilaian. Sedangkan untuk kategori Pasar Terbesih dan Terindang adalah pasar harapan, yang juga merupakan pasar potensial menjadi pasar idaman meliputi tiga aspek penilaian yakni aspek wawasan budaya, aspek kebersihan dan keindahan, dan aspek kesehatan, sanitasi, serta lingkungan secara berkelanjutan. Festival pasar ini bukan hanya sekedar penilaian, namun dapat meningkatkan kesadaran dan pelestarian aspek budaya Pasar Desa. Disamping itu merubah mindset perilaku ekonomi modrn dapat dilakukan melalui pola hidup bersih di Pasar Desa. Keberhasilan untuk dapat merubah beberapa hal tersebut juga tergantung dari komitmen dan sinergi Pemerintah, pengelola pasar dan masyarakat lingkungan pasar. Kegiatan Festival Pasar menurut Mertajaya juga telah mampu melakukan pembenahan di Pasar Desa secara bertahap, seperti telah dipasang alat pengahalau lalat elektrik pada kios daging. Hal ini memberikan pengaruh terhadap kunjungan masyarakat untuk berbelanja ke Pasar Tradisional, serta mampu meningkatkn daya saing Pasar Tradisional ditengah gempuran Pasar Modrn. Disamping itu juga beberapa para pedagang daging dan sayur-sayur segar telah menggunakan celemek saat menawarkan dagangannya kepada pembeli. Sementara Kepala Pasar Nyanggelan Wayan Darmana mengatakan pihaknya dalam mewujudkan kebersihan pasar secara berkesinambungan melakukan pendekatan dan pembinaan oleh petugas lapangan dan petugas kebersihan kepada para pedagang dan masyarakat sekitar pasar. Bagi para pedagang dihimbau untuk membungkus sampahnya, khusus untuk pedagang daging pihakny menyiapkan tempat sampah sendiri, sehingga tidak tercampur dengan sampah lain yang dapat mengakibatkan bau. “pasar tradisional yang sering terkesan jorok dan becek, sedikit dapat meningkat kebersihannya akbiat dari pendekatan yang kami lakukan,” ujar Darmana. Jika beberapa pedagang yang tidak menjaga kebersihan lapak dagangannya akan dilayangkan surat peringatan (SPI) hingga SP III, kembali tidak diindahkan akan dilakukaan pencabutan tempat berjualan. Disamping itu dalam menjaga kebersihan dilingkungan pasar, pihaknya juga melaksnakan Jumat bersih yang melibatkan pegawai pasar. Pihaknya tidak semata-mata mencari juara dalm fetival Pasar yang dirangkaiakan dengan Hut XX Denpasar, namun bagaimana mampu untuk terus melakukan perubahan dalam menjaga kebersihan pasar sehingga kembali dicintai masyarakat untuk berbelanja ke Pasar Tradisional. (Pur)